WALIKOTA PANGKAL PINANG TEKANKAN PENTINGNYA INOVASI ASN
PANGKAL PINANG - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pangkal Pinang, Ir. Yan Rizana, S.T., M.Si mendampingi Walikota Pangkal Pinang Prof. Ir. Drs. H. Saparudin, M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng membuka acara Penghargaan Inovasi Daerah 2025 dan persiapan lomba Innovative Govemment Award (IGA) 2026 Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang digelar di Ruang Rapat Bapperida Kota Pangkal Pinang, Rabu (11/2/2026).
Acara ini juga dengan menghadirkan narasumber, yakni Arzad Sectio, S.IP., MPA dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (BSKDN Kemendagri) dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkal Pinang Drs. Juhaini.
Dalam kesempatan ini, Walikota menyatakan bahwa inovasi merupakan kunci utama dalam pengembangan teknologi dan peningkatan kinerja birokrasi. “Inovasi itu ibarat mantranya teknologi. Tanpa inovasi, teknologi tidak akan berkembang. Teknologi bukan hanya milik orang sains, tapi juga bisa dikembangkan oleh bidang sosial,” ujarnya.
Orang nomor satu di Kota Pangkal Pinang ini menyebutkan bahwa tantangan terbesar saat ini justru terletak pada rekayasa sosial (social engineering) yang memiliki variabel sangat kompleks, terlebih dengan dukungan teknologi data sains. “ASN perlu terus berinovasi yang dimulai dari peningkatan produktivitas, berkreasi, dan menciptakan inovasi.
Apalagi, saat ini banyak ASN yang berstatus tenaga fungsional, sehingga kompetensinya harus terus diperkuat,” jelas Saparudin. Selama ini, menurut Udin sapaan akrab Saparudin, birokrasi itu hanya berkutat dengan hal-hal yang bersifat administratif saja.
“Kita juga menghadapi tantangan di masyarakat yang semakin kompleks, lebih beragam sehinggga harus bisa diantisipasi juga dengan novasi yang kita bangun,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong budaya inovasi di seluruh lini pemerintahan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah.